Manfaat Menjaga Kesehatan Lutut

Fungsinya demikian akbar : membantu badan. Tapi disayangkan, tidak jarang kali luput dari perhatian. Kebanyakan baru tersadar waktu lutut telah mengalami masalah sampai mengganggu gerakan Kamu. Menurut dr. Andre Pontoh, SpOT (K), dari Jakarta Knee dan Shoulder Orthopaedic Sports Center, Hunian Sakit Pondok Indah, Jakarta, soal lutut bukan cuma utama diperhatikan oleh mereka yg telah berumur lanjut, tetapi pula yg tetap berumur bujang. “Di umur 20-an bisa jadi tak terasa apa-apa, tetapi jikalau tak hati-hati, di umur 30-an bisa-bisa telah tidak sedikit keluhan muncul,” ujarnya. Apabila mau senantiasa nyaman melenggang, tonton faktor berikut ini.

Menjaga Kesehatan Lutut

1/ Turunkan berat tubuh
Bayangkan disaat satu orang naik mobil, semakin berat bobot tubuhnya, shockbreaker mobil dapat bekerja lebih berat & lama-kelamaan dapat kehilangan kelenturannya. Di dalam tempurung lutut kita terdapat struktur seperti tulang rawan (cartilage) & meniscus yg berfungsi seperti shockbreaker, bantalan yg menjaga biar tulang paha & tungkai tak bergesekan.

Semakin berat badan Kamu, semakin berat juga beban yg ditanggung lutut, & lama-kelamaan bakal menciptakan tulang rawan jadi semakin tidak tebal. Itu sebabnya, mereka yg mengalami kelebihan berat tubuh atau obesitas dapat lebih serentak mengalami osteoarthritis atau awam dinamakan pengapuran. Semakin tidak tebal tulang rawan itu, rata-rata lutut bakal lebih gampang terasa ngilu, nyeri, bisa jadi pula berbunyi waktu digerakkan. Itu sebabnya, salah satu pesan yg tidak jarang dikatakan dokter terhadap pasien yg datang bersama keluhan nyeri di lutut yakni, “Turunkan berat tubuh.”

“Tanpa mengurangi berat tubuh, rasa nyeri di lutut yg tidak jarang dialami mereka yg kelebihan berat tubuh bakal susah hilang,” tutur dr. Andre. Yg butuh digarisbawahi, mereka yg obesitas & mau menurunkan berat tubuh, tidak hanya mesti mengatur pola makan (diet) sebaiknya jalankan olahraga & kegiatan yg low impact, seperti jalan kaki, renang, bersepeda di jalan datar, yoga, & kegiatan yang lain yg tak menciptakan lutut semakin terbebani oleh berat badan. Olahraga high impact & naik-turun tangga sebaiknya tak dilakukan dikala mau menurunkan berat tubuh. Sebab, kala lakukan kegiatan tersebut, lutut malah semakin terbebani, antara dua hingga empat kali lipat berat tubuh kita.

2/ Gerakan fisik yg cocok
Ikut tren berolahraga lari, bersepeda, yoga, atau latihan beban di gym yaitu gaya hidup yg sehat. Begitu serta dgn naik-turun tangga kantor. Tetapi, ada yg butuh Kamu lihat, dalam tiap olahraga laksanakan kegiatan & postur yg ‘ramah’ lutut. Contohnya, kepada kegiatan squat atau lunges (menekuk lutut sambil merendahkan badan), para instruktur kebugaran dapat menyarankan utk menjaga supaya posisi lutut tak lebih maju daripada ujung ibu jari. Waktu lutut lebih maju dari ibu jari, beban badan terhadap lutut bakal semakin akbar. Ini pun berlangsung seandainya Kamu menekuk lutut terlampaui dalam kala mengayuh sepeda.
Apa pula olahraga yg Kamu sukai, janganlah lupa utk menguatkan otot-otot paha. “Otot paha yg kuat dapat menopang lutut meringankan berat tubuh,” tutur dr. Andre, membenarkan.

3/ Saksikan alas kaki
Sepatu tumit tinggi benar-benar dapat meningkatkan rasa yakin diri, tetapi sangat disayangkan ini serta berikan tekanan penambahan terhadap lutut Kamu. “Tinggi hak yg tetap aman bagi lutut yakni antara 1 hingga 4 senti meter,” ucap dr. Andre. Semakin tidak jarang & lama Kamu mengenakan sepatu tinggi, tulang rawan di lutut bakal semakin serta-merta ‘aus’ maka jangan sampai heran jikalau terhadap umur 30-an saja Kamu telah tidak jarang merasakan nyeri lutut. Seandainya benar-benar tidak sanggup dihindari, sebaiknya batasi pemakaian tumit tinggi atau memilih sepatu model platform yg sektor depan & belakangnya sama tinggi maka telapak kaki tak menukik.

4/ Rawat dengan cara cocok
Seperti menjadi budaya, ketika mengalami cedera & masalah lain terhadap lutut, tidak jarang kali bukannya dirawat dengan cara medis, namun warga berangkat ke ‘dukun’ patah tulang atau tukang urut. Dikala lutut terasa nyeri terus-menerus, bukannya mencari pangkal masalahnya, tetapi lebih gemar mengoleskan krim pereda nyeri. Padahal, kalau tidak ditangani dengan cara pas, kerusakan dapat semakin parah, semakin menyakitkan. Pasien seperti itu tidak jarang dihadapi dr. Andre di kliniknya.
Kala Kamu merasa tidak nyaman atau cedera terhadap lutut, laksanakan penanganan yg sesuai. “Pertama, melakukan R.I.C.E (rest, ice, compress, & elevate). Kalau telah melalui 24 jam tak ada perubahan atau perbaikan, sebaiknya Kamu bertolak ke dokter. Terkadang cedera bakal sembuh sendiri, tapi masalah berat seperti robeknya ligamen, retak tulang, dan seterusnya, butuh penanganan serius,” terang dr. Andre.

5/ Ukur kemampuan diri
Bisa Jadi dahulu Kamu sanggup lari 10 kilometer atau naik-turun gunung tidak dengan lelah. Tetapi, apabila saat ini lutut Kamu lebih enteng merasa ngilu, berarti lutut Kamu telah mengalami degenerasi, perubahan yg ingin tak ingin harus diikuti bersama perubahan lifestyle. “Kalau telah berumur di atas 40 thn, sebaiknya hindari olahraga high impact yg teramat membebani lutut. Terhadap umur itu, tulang rawan di lutut yg telah mengalami degenerasi bakal lebih gampang cedera,” tutur dr. Andre. Beralihlah ke olahraga low impact. Seandainya benar-benar telah sempat mengalami cedera, berkonsultasilah dgn dokter, olahraga apa yg boleh & sebaiknya dihindari. Jikalau telah bermasalah & disarankan utk mengenakan sarana bantu seperti tongkat, jangan sampai merasa malu, dikarenakan tongkat dapat mempermudah menopang kerja lutut Kamu.

6/ Suplemen lutut, ini hanya mitos
Menurut dr. Andre, kolang-kaling & sarang burung walet sampai kini diakui bakal menciptakan sendi lutut masih ‘awet muda’, tetapi hingga sekarang belum sanggup dibuktikan dengan cara ilmiah. Begitu pun suplemen glukosamin. Tapi, terhadap thn 2012, berdasarkan rekomendasi Perkumpulan Orthopaedi di Amerika (AAOS), nyata-nyatanya suplemen itu tak berikan pengaruh apa-apa. Salah kaprah lain yg berjalan yaitu anggapan bahwa deker –pelindung lutut dari karet– yaitu jawaban dari masalah lutut Kamu. Padahal, menurut dr. Andre, beban lutut itu dari atas, sementara deker cuma menahan aktivitas lutut ke kanan & kiri, maka nyaris tiada pengaruhnya tidak cuma menciptakan Kamu lebih hati-hati bergerak & berikan rasa nyaman sementara. Deker, bantalan pelindung lutut, yg biasa digunakan kala berolahraga bermanfaat utk melindungi lutut dari benturan. Setidaknya ini bakal melindungi lutut Kamu dari cedera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s